09 September 2008

Kerinduan Di Batas Senja


Berdiri di batas senja
Mematung menatap cakrawala
Masihkah ada kerinduan disana
Terpaut untuk hatiku yang terus bertanya

Mungkin kisahku berakhir sirna
Tapi haruskah itu tanpa kata

Aku ingin memakimu, senja
Tapi hanya sajak bisu yang terlunta
Bersuara tanpa kata

Kau biarkan hatiku meringkuk disana
Atau memang kau tak pernah merasa ?

Senja berlalu
Tak bergeming tanpa pernah menatapku

Biarlah...
Kutunggu sampai esok tiba
Kan kutanyakan lagi rinduku padanya
Hingga ia berkata, senja hanya akan menjadi milik perindunya

Luka Lama


Begitu indah senyum itu menyapa
Seolah hatiku tak pernah tertoreh luka

Bukankah itu hanya balutan muram
Dari jalan hidupmu yang sedingin malam ?

Kemana kau bawa pergi seuntai kata
Ketika aku begitu mengharapnya ?

Kuingat dulu ketika aku melepasnya
Dengan hati tanpa penuh tanda tanya

Bahkan kujagai ia dengan tirai tak kasat mata
Agar peneriak kata tak mampu mengendusnya

Tapi mengapa akhirnya hanya berbuah luka ?
Ketika seikat sampahpun tak mampu kau bawa

Aku hanya berharap luka ini bukan untuk selamanya
Meski bisik hatiku berkata tak kan pernah rela

27 August 2008

Malam Dekil


Entah....
Harus apalagi...
Sang waktu begitu sakit untuk menari
Hanya aku dan seonggok sepi
Berdiri mematung lalu memaki

Aaarghhhh......
Satu teriakan tak mampu membuang sial ini
Haruskah aku berteriak lagi ?
Memporakporandakan kesunyian seluruh negeri

Mestinya aku berlari
Menerobos kebisingan tak berarti
Membuat kekacauan disana-sini
Hingga malam ini tak lagi sepi

Sungguh menyakitkan
Malam ini begitu dekil

bosan


Kau redupkan kasihku untukmu
Mencampakkan sisa angan yang terpaku

Tak ada lagi kisah tentang ruang rindu
Apalagi lantunan kidung mesra untukmu

Hanya sumpah serapah
Membuat jiwaku kian jengah

Lupakan saja....
Hilangkan saja....
Hempaskan saja....
kisah kita diterbangkan angin lalu

Jika torehan hatimu tak lagi untukku
Maaf aku harus meninggalkanmu

09 August 2008

Renungan kisah Hari Ini


Hari ini....

Hanya detik yang enggan tuk berlalu
Hanya nafas yang tak henti tuk memburu

Hanya kesepian yang terus melagu
Hanya bisikku yang tak singgah dihatimu

Hanya luka yang makin dalam dijiwaku
Hanya kecewa yang makin menghantui benakku

Hanya amarah yang tak sempat terluap dari hatiku
Hanya kesal yang tak terucap dibibirku

................................................

Namun hari ini,
Bukan hanya tentang keterpurukanku

Masih ada sesungging senyum haru
Ketika ada tatap kasih sahabatku.....

30 July 2008

Catatan Kosong Bulan Juli


Juli....
Begitu kering
Begitu melelahkan

Tak ada kata terucap
Tak ada sajak terangkai
Tak ada senandung terlantun

Hanya terdiam
Sendiri....
Sepi....

Harus apalagi..?

Tapi kini...
Aku berdiri di ujung juli
Mengendap-endap menatap esok hari
Berharap kutemukan inspirasi

Argghhh......!
Selamat tinggal juli

29 June 2008

Bias Senja



Lama aku terpaku menatap senja
Menunggui jejak-jejak kehadirannya

Namun sejenak aku tersadar
Mungkinkah sebenarnya dia telah hadir
Menyapa hangat dalam relung jiwa

Ataukah ia hanya sekedar bias
Dari torehan angan panjangku

Mungkinkah ini hanya permainan mimpi
Yang selalu menyesatkan dan tak pasti

Namun, biarlah ia menjadi misteri
Yang 'kan terkuak di ujung mimpi

= = = = = = = = == = = = = = = = = = = = = = =

Untuk "W", engkaukah senja yang kunanti selama ini ?

Kisah Terindah




Apakah dunia pernah membaca
Pahatan kisah yang terjalin antara kita

Aku adalah dirimu
Iringan langkah kita berjalan beranjak meninggalkan waktu

Sejenak renungkan,
Harapan kita ada dalam genggaman
Hingga ia terbang tinggi bersama bintang-bintang

Hatiku adalah singgasana untukmu
Selalu meresapi senaandung yang terlantun dari bibirmu

Tahukah...,
Ada makna tertoreh dalam mimpi-mimpiku
Karena kau adalah kisah terindah
Yang pernah singgah di hatiku

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Untuk para Gabriel Friends club dan Gabriel

09 May 2008

Arti rasa ini



Engkau adalah senyum kecil di dasar hatiku
Berpijak lembut menyeka tangis haru
Menerbangkan hembusan kesedihanku yang dulu

Kini,
Aku berusaha menatap mata air bahagia ini
Meresapi kebahagiaan yang hadir bagai mimpi
Memberi bingkai bagi rasa ini, Agar ia tak beranjak pergi

Mungkinkah.....
Jika selamanya ia akan singgah di hati
Bersenandung indah menyambut datangnya hari

Untukku,
Dan untuk mereka....

06 May 2008

Resah


Ketika pelita mulai tenggelam di peraduan malam
Aku masih tersisa dengan mata yang tak ingin pudar

Berusaha menerka arti kebisingan yang berkecamuk dalam hati
Bimbang sejenak antara nyata ataukah cuma mimpi

Apakah segala keresahan ini mempunyai arti ?
Atau mungkin ini cuma tipu muslihat menyesatkan hati

Sudah lelah aku menepis rasa ini
Tapi entah mengapa ia selalu setia menggelayuti
Di alam mimpi pun dia tak juga beranjak pergi

Tak tahukah,
Sudah begitu banyak langkah untuk menghapusnya
Bahkan geram pun tak lagi punya makna

Ataukah perjalanan ini memang selamanya akan terhantui ?
Menjadi akar bagi keresahan yang tak berarti