14 June 2011
Scusa,
Sebuah kekhilafan
Begitu sulit aku ungkapkan
Scusa,
Kebodohan
Pernah kutorehkan
Scusa,
Penyesalan
Kini kurasakan
Scusa,
Hanya bisa aku katakan
Dengan bahasa yang tak bisa kau rasakan
Scusa... Scusa...
26 May 2011

Keangkuhanku t'lah jauh aku tinggalkan di India
Bersama reruntuhan puing kebisuan manusia-manusia
Mereka melupakanku dengan alasan yang aku tak pernah tahu
Kini, setelah perjalanan panjang terlampaui
Aku menapakkan kakiku di tanah Yorkshire
Di sebuah puri bernama Misselthwaite
Puri dengan ribuan ruang dan lorong
Dan tentu saja misteri
Ya, aku begitu suka dengan misteri
Apalagi puri ini menyimpan rahasia kelam
Itu pun tak berani diceritakan para penghuni
Dan apakah kamu tahu?
Aku menemukan sebuah taman rahasia di puri ini
Sepuluh tahun sudah keberadaannya tak diketahui
Aku juga mendengar lolongan tangis kecil di malam hari
Aku lega, karena ternyata dia bukan hantu
Meskipun tubuhnya tak jauh berbeda dengan hantu, tirus dan pucat
Dia korban kejamnya masa lalu
Selain dia, aku juga mengenal bocah aneh
Dia mampu menyihir apa pun di sekitarnya, termasuk aku
Tak henti-hentinya aku mengaguminya
Mungkin kau juga sama jika bertemu dengannya
Sssttt... kami bertiga memiliki sebuah rahasia
Tentang mukjizat Tuhan di taman rahasia
Kami menyebutnya sihir, karena keajaibannya sulit dipercaya
Sihir itu t'lah membuat kesedihan kami berubah jadi tawa
Membuat kami ingin hidup selamanya
Yeah, untuk selamanya...
*terinspirasi dari novel anak-anak berjudul "Taman Rahasia (The secret Garden)" karya Frances Hodgson Burnett, dengan tokoh utama Mary Lennox, Dickon dan Colin.
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
21 April 2011
Detik ini,
Di tengah kesunyian malam
Aku menengadah kepada-Mu
Mengharapkan rahmat dari-Mu
Tetesan air mata ini,
Kuharapkan sebagai pintu taubat
Yang membuka pintu hidayah-Mu
Syukurku ini,
Karena aku ada dalam rengkuhan-Mu
22 September 2010
Keabadian tersadar
Bernyanyi dan merenung
Mengepakkan sayap ditengah malam buta
Menyadari berlalunya waktu, kian menjemukan saja
Menghapus angan-angan silam
Kenangan yang ingin kucampakkan
Tapi berulangnya waktu, memberi isyarat aku masih rindu
Seperti tepian langit,
Selalu terjaga dan berharap
Jika fajar tiba, ia bergegas membuka mata
Atau di kala senja tiba dengan keagungannya,
Berhias awan jauh di ujung cakrawala
Mengantarnya kembali pada keindahan malam-malamnya
Ah, akankah ada rindu yang menyatu
Menghentikan curahan hati berbias semu
Melepas keletihan
Ataukah bersahabat saja dengan takdir untuk melupakan
Membiarkan semua hilang
Menjadi jejak yang tak perlu dikenang
Semoga tak kutemui lagi esok hari,
Aku dan kerisauan ini....
21 September 2010
Ia hilang secepat ia datang
Menyapa hati kemudian pergi
Menyisakan rindu tercekat malam ini
Tak bisakah kugenggam, hadirmu sekejap lagi
Mengisahkan kekosongan hati
Yang hampa termakan mimpi
Begitu benci aku pada keadaan ini
Menjadi penipu bagi hatiku sendiri
Seribu malam,
Melolong kesepian menangisi diri
Mungkinkah tak ada penghujung rindu menyeka sepi ?
Wahai malaikat penjaga hatiku,
Tak henti aku berbisik tentangmu
Apakah kau tahu ?!
25 April 2010
Ingin kucampakkan saja
Apa yang t'lah terjadi
Kan kubiarkan setiap kenangan tentangmu menjauh dariku
Pelan-pelan, dan akhirnya sirna tak bersisa
Begitu naif bila kenangan itu memenjaraku
Menekan begitu dalam dasar anganku
Sedangkan kau tak lagi memberi ruang dihatimu
Bukankah hatiku juga ingin merengkuh nafas-nafas kebebasan
Dan bukan diujung sana bersamamu
Tapi diujung yang lainnya
Bersama dengan bayangan yang lebih memberi rasa
Hingga tak kan pernah ada lagi kata
Selain kau tak pernah ada
Aku benar-benar ingin mencampakkanmu
Menjauhlah kisah usang
Menjauhlah dari hatiku
08 January 2010
Aku lupa
Bagaimana hati ini akan memahami
Tak ada lagi tempat berbagi
Kala sedih itu datang menghampiri
Hanya sepi
Tapi,
Apa aku harus bertutur di kesepian ini
Terlalu lelah hatiku berdiri lagi
Apakah aku harus melupakan mimpi-mimpi ini
Yang dulu kugenggam dan tak jarang kutangisi
Lorong-lorong sunyi tak mau berucap lagi
Mereka bosan dengan hantu kesepian yang kualami
Harus kemana beranjak lagi ????
Lupakan saja semua ini....
13 December 2009

Ketika semua t'lah pergi berlalu
Hanya retas kesepian menjamah anganku
Mungkin seperti ini garis dihidupku
Hanya melakoni tokoh sebagai malaikat dihidupnya
Menemani relung jiwa yang resah
Meredakan amarah dan kegalauan mereka
Setelah itu, mereka pergi tak bersisa
Terbang hilang dengan senyum barunya
Meninggalkan segala tanya dibenakku
Sudah itu,
Kesepian lagi yang kurasa
Kusut masai Seperti biasanya
Apakah langit tak pernah mengira
Aku juga ingin ditakdirkan memiliki rasa
Bukan hanya kesepian semata
Terlalu naif,
Aku juga ingin menumpahkan rasa
Bukan hanya terbang berpura-pura
Tersenyum seolah-olah tak terjadi apa-apa
18 November 2009
"kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu..." (*)
Dengarkah kau wahai adikku
Senandung rindu yang selalu terucap dari hatiku
Saat kujumpai kau tak lagi menjadi teman dalam sepiku
Mungkin
Semua tak kan pernah bisa kumengerti
Ternyata kebahagiaan itu hanya sekejap mimpi
Aku terlalu merindui kehadiranmu
Hingga kujalani hidup ini penuh ragu
Mungkinkah itu pula yang kau rasa saat ini ?
Sampai kapan hati kita akan selalu bertautan
Mungkin hingga terbersit rasa enggan
Pernahkah rindu ini bisa aku lepaskan
Jika kau tak pernah beranjak dari angan-angan
(*)Bait dalam lagu Dealova - Once
29 September 2009
Saatnya,
Aku ingin terlelap malam ini
Aku ingin mengingatnya dalam mimpi
Aku ingin kedamaian di jiwa ini
Sejenak,
Harus kulupakan bisikan hatiku sendiri
Tak ingin ini semakin membebani
Menyudutkan aku dalam pengap tak terpahami
Lupakan,
Kesepian hari ini tak kan ada di esok hari
Semua keresahan kan pergi
Tak akan lagi menghantui
Peri tidur,
Tuntun langkahku ke alam mimpi
Semoga kudapati esok lebih baik lagi
Tak ada keluh kesah luapan emosi
Tidak lagi
Aku ingin terlelap malam ini
Aku ingin mengingatnya dalam mimpi
Aku ingin kedamaian di jiwa ini
Sejenak,
Harus kulupakan bisikan hatiku sendiri
Tak ingin ini semakin membebani
Menyudutkan aku dalam pengap tak terpahami
Lupakan,
Kesepian hari ini tak kan ada di esok hari
Semua keresahan kan pergi
Tak akan lagi menghantui
Peri tidur,
Tuntun langkahku ke alam mimpi
Semoga kudapati esok lebih baik lagi
Tak ada keluh kesah luapan emosi
Tidak lagi
Subscribe to:
Posts (Atom)










