25 April 2010

Kisah Usang





Ingin kucampakkan saja

Apa yang t'lah terjadi
Kan kubiarkan setiap kenangan tentangmu menjauh dariku
Pelan-pelan, dan akhirnya sirna tak bersisa

Begitu naif bila kenangan itu memenjaraku
Menekan begitu dalam dasar anganku
Sedangkan kau tak lagi memberi ruang dihatimu


Bukankah hatiku juga ingin merengkuh nafas-nafas kebebasan
Dan bukan diujung sana bersamamu
Tapi diujung yang lainnya
Bersama dengan bayangan yang lebih memberi rasa
Hingga tak kan pernah ada lagi kata
Selain kau tak pernah ada

Aku benar-benar ingin mencampakkanmu
Menjauhlah kisah usang
Menjauhlah dari hatiku

08 January 2010

Tutur Sepi



Aku lupa
Bagaimana hati ini akan memahami


Tak ada lagi tempat berbagi
Kala sedih itu datang menghampiri


Hanya sepi


Tapi,
Apa aku harus bertutur di kesepian ini
Terlalu lelah hatiku berdiri lagi


Apakah aku harus melupakan mimpi-mimpi ini
Yang dulu kugenggam dan tak jarang kutangisi


Lorong-lorong sunyi tak mau berucap lagi
Mereka bosan dengan hantu kesepian yang kualami

Harus kemana beranjak lagi ????
Lupakan saja semua ini....

13 December 2009

Malaikat Kesepian



Ini sekilas nyanyian sendu
Ketika semua t'lah pergi berlalu
Hanya retas kesepian menjamah anganku


Mungkin seperti ini garis dihidupku
Hanya melakoni tokoh sebagai malaikat dihidupnya
Menemani relung jiwa yang resah
Meredakan amarah dan kegalauan mereka

Setelah itu, mereka pergi tak bersisa
Terbang hilang dengan senyum barunya


Meninggalkan segala tanya dibenakku


Sudah itu,
Kesepian lagi yang kurasa
Kusut masai Seperti biasanya


Apakah langit tak pernah mengira
Aku juga ingin ditakdirkan memiliki rasa
Bukan hanya kesepian semata

Terlalu naif,
Aku juga ingin menumpahkan rasa
Bukan hanya terbang berpura-pura
Tersenyum seolah-olah tak terjadi apa-apa

18 November 2009

Sajak Rindu


"kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu..." (*)



Dengarkah kau wahai adikku
Senandung rindu yang selalu terucap dari hatiku
Saat kujumpai kau tak lagi menjadi teman dalam sepiku


Mungkin
Semua tak kan pernah bisa kumengerti
Ternyata kebahagiaan itu hanya sekejap mimpi


Aku terlalu merindui kehadiranmu
Hingga kujalani hidup ini penuh ragu


Mungkinkah itu pula yang kau rasa saat ini ?


Sampai kapan hati kita akan selalu bertautan
Mungkin hingga terbersit rasa enggan
Pernahkah rindu ini bisa aku lepaskan
Jika kau tak pernah beranjak dari angan-angan



(*)Bait dalam lagu Dealova - Once

29 September 2009

Lelapkan Aku Malam Ini


Saatnya,
Aku ingin terlelap malam ini
Aku ingin mengingatnya dalam mimpi
Aku ingin kedamaian di jiwa ini

Sejenak,
Harus kulupakan bisikan hatiku sendiri
Tak ingin ini semakin membebani
Menyudutkan aku dalam pengap tak terpahami

Lupakan,
Kesepian hari ini tak kan ada di esok hari
Semua keresahan kan pergi
Tak akan lagi menghantui

Peri tidur,
Tuntun langkahku ke alam mimpi
Semoga kudapati esok lebih baik lagi
Tak ada keluh kesah luapan emosi

Tidak lagi

15 September 2009

Aku benci



Wahai angin,
Berkatalah padaku
Aku ini siapa ?
Makhluk dari mana sebenarnya ?

Apa aku tercipta hanya untuk menangis di dunia
Coba katakan, derita apa yang belum pernah kurasa
Mereka hanya menyisakan hati yang penuh luka

Seandainya bisa
Aku ingin menerkam dunia
Mencabik-cabiknya hingga tak bersisa

Ia telah membunuhku
Saat aku belum tahu siapa diriku
Bagiku, dunia ini hanya liarnya nafsu
Menghantui hati-hati yang membatu

Masih adakah malaikat dalam cerita-cerita kecilku ?
Tidak, tak pernah ada

Aku tak percaya
Uluran tangan mereka tak nyata

Tapi,
Lihat wanita diujung sana
Dia melambaikan tangan ingin bercengkerama
Ah, dia akhirnya hanya akan membuangku
Seperti ibuku menelantarkanku

Tapi tunggu,
Lihat mereka berdua diujung sana
Mereka menawarkan kisah yang penuh suka
Ah, mereka hanya akan mencampakkanku
Seperti orang tuaku tak mengakuiku

Ah sudahlah,
Aku benci tangisan ini
Aku tak ingin merajuk lagi




*gambaran kesedihan anak-anak seperti Sheila dan Alejo (Novel : Sheila, Kenangan Yang hilang - Torey Hayden)

24 August 2009

Tentangnya (Abdi Surga)



Ruang kosong dihatiku
Tak henti-hentinya menderu
Memanggil sesuatu yang aku tak pernah tahu

Tentangnya,
tapi siapa dirinya ?

Dia hidup di relung hatiku
Membayangi sudut-sudut sepiku

Tapi mengapa tak pernah bisa kulukiskan tentang dirinya ?

Hanya sepenggal kisah saja
terucap dari mereka yang mengasihinya
Namun itu tak pernah cukup bagiku
Dahagaku masih menyertaiku

Mungkin aku gila telah mengenangnya
Tapi kenangan yang seperti apa ?
Bahkan aku tak tahu namanya

Tapi itu yang kurasa
Benar-benar kurasa
Bahkan aku rela mati karenanya

Satu bait tanya yang kuutarakan pada Sang Pencipta
'Mengapa tak sempat Kau pertemukan aku dengannya ?'


............

*Setelah sekian lama, kini aku menemukannya,
Tapi ia tak berkata
Begitu heran dirinya
Melihat kesedihanku yang begitu nyata
Ohhhh... semoga kau tenang disisi-Nya, wahai abdi surga

16 August 2009

Ayunan Terlupakan


Ayunan di pesisir pantai itu kini sepi
Tak berpenghuni
Atau bahkan tak punya jiwa lagi

Hanya sesekali ia mengikuti irama hembusan angin laut
Berayun letih tanpa peduli apa yang membuatnya begitu hanyut

Seperti inilah bisik hatinya.....

Kini semua hanya luka terpendam tak terkata
Namun kenapa tak mereka ungkit saja
Agar aku tahu apa yang sebenarnya mereka rasa

Langit senja telah menganggapku gila
Tiap hari tak hentinya aku meratapi kepergiannya
Namun memang begini adanya
Untuk apa aku menutupinya

Hatiku sedih tak terkira
Ketika tawa kecil keduanya lenyap begitu saja
Tanpa sempat mereka menyatukan impian-impiannya
Padahal bukankah mereka satu rasa ?

Kemarin,
Mereka datang padaku
Tapi tidak bersama-sama, cuma sendiri-sendiri saja
Menumpahkan kata hati pada diriku yang tak bisa berkata-kata

Lagipula aku bisa berbuat apa
Aku kini hanya teman saat mereka berduka
Atau aku ikut menangis saja

Aku rindu dengan aku yang dulu
Bersama keduanya saat mereka tertawa
bercerita tentang semuanya
Meskipun waktu itu aku cuma membisu saja
Namun setidaknya ada yang bisa kuceritakan pada langit senja
Saat mereka tertawa



..... begitulah yang aku rasa saat memandangnya
Ketika aku berangsur hilang diujung cakrawala
Saat malam mulai tiba



*footnote : rangkaian kata yang sempat aku fikirkan saat melihat salah satu scene dalam "Anne Van Jogja"

12 July 2009

Pelipur Lara


Nak,
Langit tak akan runtuh begitu saja
Meski angin begitu kencang menerpa
Memporak-porandakan semua
Lihatlah, seolah langit tak beranjak dari tempatnya

Boleh saja kau tertawa
Atau acuhkan saja
Tapi dunia dibuat dengan tiang-tiang-Nya
Begitu juga dirimu

Nak,
Laut tak kan mengering begitu saja
Meski kemarau telah mematikan semua
Hingga semak pun tak bisa menopang hidupnya
Lihatlah, laut tak surut dengan kelakuan musim
Bahkan seolah ia tak peduli kehadirannya

Boleh saja kau tertawa
Atau acuhkan saja
Tapi dunia dibuat dengan tiang-tiang-Nya
Begitu juga dirimu

Nak,
Jika kau butuh pelipur lara
Ingatlah, aku disini bersamamu




*untuk anggie

15 June 2009

Suatu Hari Kesedihan Itu Pasti Akan Pergi


(Suatu hari Di Istana Kesedihan)
......
Kuketuk gerbang istanamu
Biarkan aku jadi bagian tempat ini
Hidupku selalu dirundung duka
Tak pernah lagi ada canda dan tawa
Bahkan satu-satunya kebahagiaanku telah direnggutnya
Terimalah aku sebagai penghuni istana ini
Aku mohon padamu wahai Sang Ratu


(Suatu hari dalam benak seorang manusia)
.......
Sungguh tak kusangka
Semua berlalu begitu mudahnya
Walaupun tetap saja kau pergi
Meninggalkanku sendiri
Tapi kau pergi dengan tawa
Tanpa sedikitpun air mata

Mungkin saja kau merasa kehilangan
Sebesar rasaku saat melepasmu
Tapi sungguh,
Kau lebih bisa menahan gejolak hatimu
Daripada pertarunganku dengan batinku

Kini, saat aku teringat kesedihan kala itu
Aku hanya akan berujar 'sungguh bodoh'
Dia tak akan pergi kemana
Dia tak akan menghilang begitu saja
Dia akan tetap menghadirkan rasa
Karena hatiku selalu bersamanya


(Suatu hari Di Gerbang Istana Kesedihan)
.....
Wahai, Ratu Istana Kesedihan
Aku harus meninggalkan tempat ini
Jangan berusaha menahan kepergianku
Penguasa alam menghendakiku singgah bukan ditempatmu
Ternyata Ia masih menyayangiku